Buku ini lahir dari kegelisahan sekaligus harapan penulis. Kegelisahan karena dakwah sering kali masih dipahami secara parsial, sebatas aktivitas ceramah atau penggunaan media komunikasi semata. Harapan karena penulis meyakini bahwa dakwah menyimpan potensi besar menjadi kekuatan transformasi sosial apabila dikelola secara strategis, berbasis ilmu pengetahuan, dan berorientasi pada kemaslahatan yang berkelanjutan. Atas dasar itu, buku ini memandang dakwah bukan sekadar penyampaian pesan keagamaan, melainkan gerakan transformasi sosial dan proyek pembangunan peradaban yang mengintegrasikan perspektif keislaman, komunikasi, sosiologi, kepemimpinan, dan transformasi digital.
Secara sistematis, buku ini disusun dalam enam bab yang saling berkaitan, mulai dari pemetaan lanskap dan tantangan dakwah kontemporer, transformasi digital dan kecerdasan buatan dalam dakwah, tipologi gerakan dakwah, potret dai dan influencer Islam masa kini, dakwah inklusif yang menyentuh isu kemiskinan, lingkungan, gender, dan kebangsaan, hingga evaluasi kritis serta perumusan strategi dan visi dakwah menuju 2030 dan seterusnya. Buku ini bukan jawaban final, melainkan ikhtiar membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai arah baru gerakan dakwah, sekaligus jembatan antara tradisi keilmuan Islam dan ilmu pengetahuan modern.